Waspadai Bahaya Tekanan Darah Rendah atau Hipotensi

Waspadai Bahaya Tekanan Darah Rendah atau Hipotensi

Waspadai Bahaya Tekanan Darah Rendah atau Hipotensi – Gejala umum pada serangan tekanan darah rendah yaitu penglihatan berkunang-kunang, konsentrasi berkurang, pucat, pusing, bahkan pingsan. Tekanan darah rendah dikatakan bila kurang dari 90mmHg pada sistolik (bilangan atas) atau 60 mmHg pada diastolik (bilangan bawah).

Umumnya, orang berusia dibawah 60 tahun memiliki tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg, dan tekanan darah di bawah 150/90 mmHg pada usia diatas 60 tahun. Lalu jika tekanan darah Anda turun secara drastis dan tiba – tiba sebesar 20 mmHg, misalnya pada sistolik 100 mmHg menjadi 80 mmHg dapat berbahaya! Anda akan merasakan pusing hingga pingsan karena otak tidak memiliki pasokan darah yang cukup. Anda harus waspadai bahaya tekanan darah rendah atau hipotensi.

Baca Juga : Kenali Segera 5 Gejala Darah Tinggi di Usia Muda

Ragam pemicu dari tekanan darah ini berbeda – beda, hioptensi juga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Berikut jenis – jenis tekanan darah rendah atau hipotensi :

Hipotensi Ortastik - Penurunan tekanan darah ketika berubah posisi

Hipotensi Ortastik – Penurunan tekanan darah ketika berubah posisi

Ketika Anda sedang duduk atau tidur lalu tiba – tiba Anda bangkit ke posisi berdiri maka bisa jadi penurunan tekanan darah biasanya lebih dari 20/10 mmHg. Kondisi ini bisa ditandai dari penglihatan yang berkunang – kunang serta menurunnya keseimbangan tubuh, resiko terjatuh dan kehilangan kesadaran pun bisa terjadi. Jangan terlalu sering Anda harus mengetahui bahaya tekanan darah rendah jika Anda sering mengalami hal ini.

Hipotensi Ortastik - Penurunan tekanan darah ketika berubah posisi

Hipotensi Postprandial – Penurunan tekanan darah setelah makan

Penurunan tekanan darah sekitar 20 mmHg dalam dua jam setelah makan. Jenis ini biasanya dialami oleh orang lanjut usi, terutama mereka yang mengidap penyakit parkinson atau kelainan pada sistem saraf otonom. Penyebab utamanya memang belum dapat dipastikan tapi bisa jadi berkaitan dengan karbohidrat yang tinggi.

Baca Juga  Ini Dia 4 Tanda Gejala Lemah Syahwat Bagi Anda Kaum Pria

Hipotensi Vasovagal - Terjadi ketika berdiri terlalu lama

Hipotensi Vasovagal – Terjadi ketika berdiri terlalu lama

Anak – anak sering mengalami gejala ini daripada orang dewasa, semisal saat berdiri ketika upacara. Rasa sakit juga bisa jadi indikasi utama. Jika pingsan, penderita hipotensi vasovagal umumnya akan tersadar dalam waktu yang relatif singkat. Biasanya cukup diberikan teh untuk memulihkan kondisi dan mengurangi bahaya tekanan darah rendah ketika sering berdiri terlalu lama.

Hipotensi Akut – Organ tubuh tidak mendapat pasokan darah dan oksigen

Ketika organ tubuh tidak mendapat pasokan darah dan oksigen secara tiba – tiba bisa jadi karena syok berbagai penyebab seperti infeksi berat, pendarahan jumlah besar dalam waktu singkat, serangan jantung, dehidrasi atau reaksi alergi anafilaksis.

Hipotensi Kronis – Kondisi yang bersifat jangka panjang

Hipotensi ini disebabkan oleh kondisi yang sifatnya jangka panjang seperti penyakit addison atau gagal jantung.

Nah setelah Anda mengetahui perbedaan hipotensi Anda harus lebih Waspadai Bahaya Tekanan Darah Rendah atau Hipotensi. Semoga Anda sehat selalu !

Pencarian Terkait:

  • bahaya hipotensi
Waspadai Bahaya Tekanan Darah Rendah atau Hipotensi | itsmefurzy | 4.5